01

Mulai dari produk, bukan dari bentuk manekin

Activewear, tailoring, modest fashion, dan casual retail membutuhkan bahasa tubuh yang berbeda. Pose dinamis dapat menguatkan sportswear, sedangkan bentuk yang lebih tenang memberi ruang pada tailoring dan koleksi formal.

Karena itu, tentukan lebih dulu jenis busana yang paling sering dipajang, ukuran sampel yang digunakan, dan jarak pandang utama pelanggan sebelum memilih model manekin.

02

Periksa proporsi yang benar-benar berpengaruh

Tinggi total bukan satu-satunya ukuran penting. Lingkar dada, pinggang, pinggul, lebar bahu, serta konstruksi kaki dan base akan memengaruhi bagaimana pakaian jatuh pada manekin.

  • Bandingkan ukuran manekin dengan size sample yang paling sering dipakai.
  • Pastikan bahu tidak membuat blazer, kemeja, atau dress tertarik berlebihan.
  • Pertimbangkan luas base terhadap ukuran podium atau area window display.
03

Finishing harus mendukung pencahayaan toko

Matte cenderung tenang dan tidak banyak memantulkan lampu, sementara gloss lebih ekspresif tetapi dapat menghasilkan highlight yang kuat. Linen memberi nuansa atelier dan biasanya lebih cocok pada torso dressmaker atau konsep tertentu.

Bila memungkinkan, cocokkan finishing dengan temperatur pencahayaan, warna interior, dan material fixture di toko—bukan sekadar dengan warna logo.